<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\075677191516255362616\46blogName\75InfoGaya+Film\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://infogaya-film.blogspot.com/search\46blogLocale\75in\46v\0752\46homepageUrl\75http://infogaya-film.blogspot.com/\46vt\75-6893955897895957351', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Kamis, 20 Oktober 2011

Film Dokumenter Captain Jihad Nasir Abas

Pemberian Penghargaan Rekor Dunia dan Premiere Film Dokumenter Nasir Abas Captain Jihad karya Damien Dematra

Blitzmegaplex Grand Indonesia Jakarta, 12 Oktober 2011 - Segala bentuk kekerasan dan serangan terorisme yang terjadi di berbagai fasilitas tempat keramaian dan bahkan tempat ibadah seperti gereja dan masjid, kemudian merambah ke perumahan, telah mengobarkan rasa takut. Kebebasan kita dari rasa takut telah direbut. Hak asasi kita telah diinjak-injak.

Fenomena tersebut telah menciptakan keprihatinan yang mendalam. Kita kembali terkenang dengan serangan teror terbesar di negeri ini. Sembilan tahun yang lalu, tanggal 12 Oktober 2002, terjadi serangan teroris Bom Bali 1 yang menewaskan setidaknya 202 korban jiwa. Kita ingin serangan teroris tersebut tidak pernah terjadi lagi. Kita ingin tidak ada lagi putra bangsa yang rela jadi pelaku bom bunuh diri. Kita tidak ingin ada lagi segala bentuk kekerasan yang terjadi di muka bumi ini. Kita harus intorpeksi dan mawas diri, bahwa kekerasan dan ancaman terorisme ada, dan perlu kita tanggulangi bersama.

Untuk itu Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (ASKOBI), Damien Dematra, Nasir Abas, Lazuardi Birru dan Forum Komunikasi Eks Afghanistan, Eks Geng Coker Ambon, SMAN 6 Jakarta, SMUN 1 Denpasar bertekad bulat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dalam melakukan Aksi Damai Menentang Segala Bentuk Kekerasan di Muka Buni Ini dengan penggalangan "Tanda Tangan Terpanjang Menentang Kekerasan di atas Kain Kafan". Tanda tangan tersebut nantinya akan digunakan untuk pemecahan rekor dunia dari The Royal World of Record. Tanda tangan Anda merupakan bentuk kepedulian. Satukan tekad kita untuk ciptakan bangsa yang cinta damai, dengan menentang aksi kekerasan.

Hasil penggalangan tandantangan diatas kain kafan tersebut dibentangkan di Bundaran HI dan diverifikasi oleh Royal World Records pada tanggal 12 Oktober 2011 Pukul 16:30 s/d 17:00 wib. Selanjutnya dilaksanakan Pemberian Penghargaan Pemecahan Record Dunia Tanda Tangan Terpanjang Aksi Damai Menentang Kekerasan.

Rangkaian acara ini ditutup dengan Peluncuran Film Dokumenter "Nasir Abbas-Captain Jihad". Tokoh yang diangkat dalam film ini adalah Nasir Abas, mantan Ketua Mantiqi 3 Jamaah Islamiyah. Film dokumenter ini rencananya akan didistribusikan ke berbagai pesantren dan sekolah sebagai bagian dari penyuluhan tentang makna Jihad yang sebenarnya dan bahwa Islam menghayati makna Islam yang sesungguhnya, sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin - agama yang membawa rahmat bagi seluruh makhluk, yang artinya memberikan kebaikan bagi semua makhluk di bumi.

Latar belakang pembuatan film ini sendiri dimulai paa Mei 2009. Ketika sedang membuat research untuk novel dan skenario film Demi Allah Aku Jadi Teroris, Damien pertama kali bertemu dengan Nasir Abas. Damien Dematra, sebagai seorang yang peduli dengan isu-isu kemanusiaan, terinspirasi dengan transformasi yang dialami oleh Nasir Abas dan memutuskan untuk membuat film tentang beliau. Menurut Damien, sebenarnya, awalnya ia berencana untuk membuatnya dalam versi film cerita, namun karena keterbatasn dana, film ini dibuat dalam bentuk dokumenter dan dibutuhkan lebih dari 2 tahun untuk menyelesaikan proyek film ini.

"Seluruh kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pengingat bagi seluas-luasnya  masyarakat tentang pentingnya hidup dalam perdamaian di atas berbagai keyakinan dan perbedaan sesuai hakikat yang dibawa dalam setiap agama". Ujar Damien Dematra.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda